Minggu, 01 Januari 2012

Minuman Khas korea Part I ^^

Cheongju

Cheongju (청주;淸酒) adalah jenis minuman keras (arak) khas Korea yang terbuat dari fermentasi beras dan beras ketan.[1] Cheongju bermakna "arak beras yang jernih" dinamakan juga dengan yakju ("arak obat") dikarenakan pada masa lalu pada saat pasien yang sakit kekurangan bahan palawija untuk dikonsumsi, mereka akan meminum cheongju sebagai gantinya.[1][2] Cheongju adalah jenis minuman keras yang berbeda dari jenis arak beras lain, karena disaring menggunakan penyaring berkualitas bagus, sementara jenis arak takju tidak disaring dengan seksama.[1]

 

Dongdongju

Dongdongju (동동주) adalah jenis minuman keras (arak) yang berasal dari Korea yang terbuat dari beras ketan.[1] Walaupun terdapat variasi metode pembuatan dari berbagai daerah di Korea, namun umumnya minuman ini terbuat dari bahan beras ketan.[1]

 

 Hwachae

Hwachae (화채) adalah minuman tradisional khas Korea yang terbuat dari sari buah-buahan.[1][2] Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat hwachae adalah buah stroberi, persik dan jeruk.[1] Sari yang digunakan untuk bahan pemanis antara lain omija (sejenis buah tanaman liar), madu, dan buah herbal.[1] Hwachae diberi hiasan pelengkap seperti bunga azalea pada saat musim semi, kelopak bunga mawar di saat musim panas dan buah pir pada musim gugur.[1] Hiasan buah atau bunga dapat pula digantikan dengan kue beras atau mie dari pati yang bergizi.[1] Omija lebih disukai karena memiliki rasa manis dan asam serta khasiatnya yang bermanfaat untuk menambah energi.[1] Untuk memaksimalkan rasa buahnya, omija direbus sehingga menghasilkan rasa asam dan pahit.[1]
Pada musim gugur, hwachae dibuat dengan menggunakan sari jeruk yang manis.[1] Bahan pelengkapnya adalah potongan buah jeruk dan pir, kemudian diberi gula atau madu sebagai pemanis.[1] Sebagai hiasan, ditambahkan pula biji-bijian seperti kacang cemara.[1] Jenis minuman hwachae lain adalah sunchae (lili air), waegamja (ubi jepang), pokbunja (beri hitam), sansa (tanaman hawthorn merah), karyeon (lotus), dan tuchung (getah perca cina).[1]

 

 

Jehotang

Jehotang (제호탕) adalah minuman tradisional khas Korea yang terbuat dari bahan herba dan biasa disajikan pada musim panas.[1][2] Minuman ini bermula dari resep masakan istana Dinasti Joseon yang bermanfaat sebagai minuman pelepas dahaga pada musim panas.[2] Pada bulan ke-5 di hari Dano menurut kalender tradisional, saat udara panas mulai dirasa, klinik istana kerajaan mulai membuat jehotang dan menyajikannya untuk raja.[2]
Bahan utama jehotang adalah rebusan sari bahan-bahan herba seperti tanaman arrowroot (ganyong), omija (Schisandra chinensis), ginseng, liriope graminifolia, aprikot dan jahe.[2] Minuman ini bermanfaat bagi kesehatan untuk mengatasi diare dan batuk.[2] Penyebutannya dapat ditemukan di dokumen pengobatan kuno Dongui Bogam karya dokter istana Heo Jun yang menuliskan manfaat dan cara membuat jehotang.[2]

Jinro

Jinro adalah perusahaan Korea Selatan yang memproduksi dan menjual minuman keras. Produk andalan berupa soju bermerek Jinro yang menguasai lebih dari 58% pangsa pasar soju di Korea.[1]
Selain soju, perusahaan ini juga memproduksi minuman dan wiski. Pabrik Jinro berada di Icheon, Cheongwon, dan Masan. Pabrik di Masan khusus memproduksi Jinro untuk ekspor. Di pabrik Cheongwon, Jinro memproduksi air mineral merek Soksu.
Versi baru dari Jinro disebut Chamisul (참이슬). Merek ini berasal dari pengucapan bahasa Korea untuk hanja () yang juga dibaca cham dan hanja () yang dibaca isul.

 

Makgeolli

Makgeolli atau Makuly(takju) adalah minuman beralkohol tradisional asal Korea. Minuman ini dibuat dari beras yang dikukus dan difermentasi. Warnanya putih keruh dan masih mengandung ampas beras karena minuman ini tidak disaring. Kadar alkohol berkisar 6–8% alkohol berdasarkan volume.[1] Minuman tradisional ini populer di kalangan petani, sehingga disebut nongju (농주, 農酒) yang berarti arak petani.
Di Korea Selatan terdapat minuman serupa yang bernama Dongdongju (동동주), namun lebih mahal dan kadar alkoholnya lebih tinggi. Dongdongju atau makgeolli bisa dibeli di pasar swalayan dalam kemasan botol plastik. Makgeolli dan dongdongju umumnya diminum bersama anju berupa pajeon (파전) atau bindaetteok (빈대떡).
Makgeolli lebih merupakan produk musiman yang lebih banyak dijual selama musim dingin karena tidak tahan lama disimpan. Di Jepang, minuman serupa disebut doburoku (sake yang tidak disaring).
Makgeolli adalah minuman rakyat bagi orang Korea, dan sering dihidangkan dalam pesta-pesta. Sejak zaman dulu, minuman ini sering dibuat di rumah-rumah. Bahan bakunya dari beras, gandum, atau ubi jalar. Selain fermentasi dengan ragi yang menghasilkan alkohol, fermentasi juga dilakukan dengan bantuan Lactobacillus untuk menekan bakteri. Oleh karena itu, minuman ini memiliki rasa manis sekaligus sedikit asam serta memiliki hampir sepuluh jenis kandungan zat asam amino.[2]
Di Korea Utara, orang sejak dulu juga membuat makgeolli, namun terhenti karena kekurangan bahan baku. Produksi minuman ini sekarang sudah dilanjutkan untuk konsumsi wisatawan asing. Sebagai pengganti makgeolli, orang Korea Utara membuat minuman beralkohol dari kentang dan jagung.[1]


Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Kategori:Minuman_Korea




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar