Minggu, 01 Januari 2012

~ Makanan Khas Korea part II ~


Gimbap
Gimbap atau kimbap adalah makanan ringan khas Korea yang sangat digemari.[1] Gimbap dibuat dari nasi yang digulung dengan rumput laut kering yang disebut gim. Isi dari gimbap dapat bermacam-macam, seperti daging, sosis atau omelet. Gimbap dipotong menjadi ukuran kecil dan disajikan dingin, biasanya disajikan dengan danmuji dan kimchi. Bahan dasar gimbap adalah nasi, daging, sayuran yang diacar atau yang masih segar. Secara tradisional nasi dibumbui dengan garam dan minyak wijen atau minyak perilla. Isinya pun beragam, mulai dari ikan (dalam bentuk fish cake), daging kepiting, telur atau daging iga sapi yang dibumbui. Sedangkan bahan sayuran adalah ketimun, bayam, wortel dan danmuji.

Tteok
Tteok adalah penganan atau kue asal Korea yang dibuat dari serealia, terutama beras atau ketan. Bahan dan cara pembuatan berbeda-beda menurut wilayahnya di Korea. Tteok juga dibuat sebagai kue yang rasanya manis dalam berbagai variasi rasa untuk hari-hari perayaan musim, termasuk perayaan tahun baru Korea. Walaupun dimasak, tteok yang dibuat dari beras tidak menjadi liat sehingga dipakai untuk berbagai masakan tumis dan goreng. Tteok berbentuk batang (silinder) yang dimasak bersama gochujang dan gula pasir disebut tteokbokki. Selain tteokbokki, pojangmacha juga menjual tteok yang digoreng bersama sayuran. Tteok juga dimasukkan ke dalam berbagai masakan seperti dak galbi (galbi daging ayam). Tteokguk adalah makanan tahun baru Korea berupa tteok yang dimasak menjadi sup bersama daging sapi atau daging ayam. Bumbu sup adalah kecap asin, garam dapur, dan bawang putih.



 Jeongol
Jeongol adalah makanan Korea berupa berbagai sup yang direbus di dalam panci besar, dan dihidangkan di tengah-tengah meja untuk dimakan bersama. Dibandingkan dengan jjigae yang hanya berisi satu jenis bahan utama, bahan untuk isi jeongol biasanya jauh lebih beragam.[1] Berbeda dari jjigae yang bermula dari makanan rakyat, jeongol seperti halnya gujeolpan bermula dari makanan untuk kalangan bangsawan atau anggota keluarga kerajaan.Makanan ini biasanya berisi irisan daging sapi, jeroan, berbagai jenis makanan laut, dan ditambah berbagai jenis sayuran, jamur, dan bumbu-bumbu lain. Semua bahan direbus bersama di dalam panci dangkal untuk memasak jeongol yang disebut jeongolteul (전골틀). Makanan ini umumnya dibuat pedas karena diberi bumbu gochujang dan bubuk cabai. Selain itu, jenis kaldu yang digunakan untuk merebus bergantung kepada bahan utama yang menjadi isi sup
 

Sumber : http://haena1510.blogspot.com/2011/12/makanan-khas-korea-selatan.html?showComment=1325411910788#c1558661408902775516




Japchae
Saat mencicipinya, baru akan tahu betapa lezatnya masakan ini. Awalnya, Japchae yang populer di Korea dan negara lain ini, dibuat tanpa mie. Adalah seorang raja dan seorang juru masaknya yang pertama kali membuat Japchae.Lain dengan sekarang di mana mie merupakan elemen penting dari masakan ini. Mie dibuat dari ubi jalar yang membuatnya memiliki tekstur lebih kenyal. Mie bersama dengan berbagai sayuran yang dimasak setengah matang, kemudian diracik dengan cara ditumis.

Yangnyeom Tongdak

Bila mencobanya, kamu mungkin tidak akan lagi ke Kentucky Fried Chicken, tapi beralih ke Korean Fried Chicken. Itu karena ayam goreng khas Korea dengan nama Yangnyeom Tongdak. Saat pertama kali menggigitnya, akan terasa saus yang manis bercampur pedas. Kemudian baru akan terasa renyah dan empuknya daging ayam.





Hoeddeok
 
Kalau kamu suka dengan rasa manis, makanan Korea ini mungkin wajib dicoba. Hoeddeok seperti pancake, tapi cara pembuatannya sedikti lebih rumit. Karena dibuat dari adonan ragi yang disiramkan campur an kayu manis, gula merah, dan kenari. Semuanya digoreng dalam wadah berminyak. Hoeddeok sangat disukai anak-anak di Korea.

Dakjuk
 
Dakjuk dibuat dari daging ayam yang direbus dalam air dicampur dengan bawang merah dan bawang putih. Kemudian ditambahkan nasi dan dimasak sampai daging ayam matang. Hasilnya, seperti bubur yang sangat kental, kaya akan daging ayam dan rasa bawang putih.



~ Makanan Khas Korea part I ~

Sundubu Jigae

Makanan Korea yang panas banyak jenisnya tetapi yang disebut makanan panas biasanya mempunyai kuah panas. Makanan panas itu cukup menghangatkan badan hingga orang dapat bertahan dalam kedinginan baik di dalam maupun di luar ruangan. Masakan Korea yang bernama ‘Sundubu Jjigae’ sebagai masakan yang sangat cocok dengan musim dingin. Sundubu Jjigae adalah masakan khas Korea yang dibuat dari tahun yang lembut seperti sutra dalam kaldu sapi atau hasil laut yang pedas dilengkapi dengan daging, bawang bombay, dan Kimchi dan sangat cocok untuk dimakan di musim dingin. Sundubu Jjigae yang panas dan pedas mungkin orang dapat melupakan sebentar dinginnya cuaca.

 

Mie Rameyon

Mie Ramen versi Korea.

 

Bokkumbap

Nasi goreng khas Korea

 

 

Bulgogi

 

Bulgogi (불고기) adalah potongan daging sapi yang dipanggang dengan kecap, minyak wijen, bawang putih, bawang bombai dan lada hitam. Bulgogi berarti “daging api”. Variasinya: daging babi (dwaeji-bulgogi), ayam (dak-bulgogi), dan soto.

 

 

Dolsot Bim Bim Bap

Dolsot bim bim bap adalah nasi campur khas Korea, yang isinya sayur-sayuran ditambah sambal khas Korea, kemudian diaduk menjadi satu. Ternyata nasi campur Korea ini rasanya enak dan menyehatkan. Sebab terdiri dari berbagai jenis sayuran khas Korea. Dolsot Bibim Bap ini biasanya dimasak di mangkuk batu.






Annyeong xD

hari ini enak nya ngapainnya ???
di skbmi dingin bnget xD
mending cari makan2 yang hangat2 ???
pass bnget cuacanya xD
kkk~

~Alat musik tradisional Korea ~


Alat musik tradisional Korea adalah kumpulan alat musik yang berasal dari Korea.[1]
Alat musik Korea terdiri lebih dari 60 jenis dan telah diwariskan dari generasi ke generasi.[1] Alat musik yang banyak dimainkan antara lain gayageum (kecapi 12 senar) dan geomungo (kecapai 6 senar).[1] Keduanya diperkirakan telah dimainkan di Korea sejak abad ke-6.[1] Alat musik yang lainnya adalah 3 alat musik gesek dan alat musik bambu dari kerajaan Silla Bersatu, alat musik istana Dinasti Joseon dan sebagainya.[1]
Alat musik rakyat asli Korea telah berkembang sejak masa prasejarah sampai masa Silla Bersatu (668-935).[1] Pada masa Tiga Kerajaan (57 SM – 668) beberapa jenis alat musik dari Asia Tengah diperkenalkan ke Korea.[1] Alat musik Cina dari Dinasti Tang diperkenalkan di akhir periode Silla Bersatu dan dari Dinasti Song pada masa Dinasti Goryeo (918-1392) sehingga meningkatkan jumlah alat musik Korea.[1] Para musisi Korea dapat melakukan eksperimen dengan alat-alat musik tersebut.[1] Alat-alat musik Cina lama kelamaan diadaptasi menjadi alat musik Korea pada masa Dinasti Joseon (1392-1910).[1]

Jenis

Alat musik petik


Hyang

  • Gayageum adalah kecapi yang memiliki 12 buah senar dan ditemukan pada abad ke-6 di kerajaan Gaya.[1] Gayageum dibagi menjadi 2 jenis, yakni sanjo dan jeongak.[1] Sanjo gayageum digunakan untuk pementasan musik solo dan jeongak gayageum untuk pementasan musik orkestra.[1]
  • Geomungo adalah jenis kecapi yang memiliki 6 buah senar dan ditemukan di kerajaan Goguryeo.[1] Jenis geomungo dibagi 2 jenis, yakni sanjo geomungo dan jeongak geomungo.[1]

Tang

  • Haegeum adalah rebab yang bersenar dua dan berasal dari Cina, namun telah diadaptasi menjadi alat musik Korea.[1]
  • Ajaeng kecapi gesek yang bersenar tujuh.[1] Terdapat 3 jenis ajaeng yakni jeongak ajaeng, the sanjo ajaeng, dan daejaeng.[1]

Alat musik istana

  • Geum adalah jenis kecapi bersenar tujuh.[1] Geum digunakan dalam pementasan musik istana pada zaman Dinasti Joseon dan sekarang tak lagi digunakan.[1]
  • Seul adalah kecapi yang memiliki 25 buah senar dan saat ini tak lagi dimainkan.[1] Alat musik ini digunakan dalam pementasan musik istana Dinasti Joseon.[1]

 Barat


Alat musk tiup

Hyang

Tang

Alat musik istana

  • Saeng adalah jenis organ mulut yang memiliki 17 pipa. Saeng sering dimainkan dalam pementasan Dang-ak (musik Cina).[1]
  • U adalah jenis organ mulut besar yang memiliki 36 buah pipa.[1]
  • Hwa (alat musik)Hwa adalah jenis organ mulut kecil yang memiliki 13 buah pipa.[1]
  • So adalah jenis pipa (panpipe) yang jenisnya terbagi atas so yang berpipa 12, 16 dan 24.[1] Hanya so berpipa 16 yang masih dimainkan saat ini, terutama pada pementasan musik istana.[1]
  • Hun adalah jenis suling bulat dari tanah liat dan memiliki 7 buah lobang. Hun hanya dimainkan dalam pementasan musik upacara di kuil Munmyo.[1]
  • Ji adalah jenis suling yang memiliki 5 lobang yang berjumlah 4 buah di depan dan 1 lobang di belakang.[1] Alat musik ini hanya dimainkan dalam pementasan musik istana.[1]
  • Yak adalah jenis suling yang dimainkan di pementasan musik istana.[1] Alat musik ini memiliki 3 buah lobang dan dimainkan secara vertikal.[1]
  • Jeok adalah jenis suling yang dimainkan dalam pementasan musik istana dan memiliki 6 buah lobang.[1]

Alat musik lainnya

  • Danso adalah jenis suling vertikal yang berasal dari Dinasti Joseon.[1] Danso memiliki 5 buah lobang dan dimainkan secara solo (sanjo) atau dalam pementasan orkestra (jeongak).[3]
  • Sepiri adalah jenis suling yang serupa dengan hyangpiri, namun lebih ramping dan volume suaranya lebih kecil.[1]

Alat musik perkusi

Hyang

Tang

  • Bak (clapper) adalah jenis kastanyet yang terdiri dari rangkaian 6 potongan kayu tipis dan dimainkan dengan cara dihentakkan secara bersaamaan sehingga menghasilkan bunyi.[8] Alat musik ini hanya dimainkan dalam pementasan musik ritual dan musik istana.[1]
  • Janggu atau janggo adalah jenis genderang yang berbentuk jam pasir yang serupa dengan pungmul janggo.[7]

Alat musik istana

  • Pyeonjong adalah jenis lonceng perunggu yang terdiri dari 16 buah yang digantung menjadi 2 baris.[9] Alat musik ini dimainkan dengan cara dipukulkan dan diperkenalkan di Korea dari Song.[1]
  • Teukjeong adalah lonceng yang serupa dengan pyeonjong namun hanya terdiri dari satu lonceng saja.[1]
  • Pyeongyeong adalah potongan batu yang berbentuk L, yang dimainkan dengan cara dipukulkan.[1] Batu musik ini diperkenalkan dari Cina dan dimainkan dalam pementasan musik istana.[1]
  • Teukgyeong adalah batu yang serupa dengan pyeongyeong, namun hanya terdiri dari satu batu saja.[1]
  • Chuk adalah kotak kayu persegi yang dimainkan dalam pementasan musik upacara di kuil Munmyo dan Jongmyo.[10]
  • Eo adalah alat musik yang berbentuk replika macan yang dimainkan dengan cara digesekkan.[11] Alat musik ini hanya dimainkan dalam pementasan musik upacara di kuil Munmyo dan Jongmyo.[1]